Soal latihan
Soal UKMPPD kardiovaskular dan pembahasan
Enam kasus kardiovaskular gaya UKNPDPD yang sering bikin ragu. Kerjain dulu, baru buka pembahasannya: tiap pilihan dibahas kenapa benar atau kenapa salah.
Disusun oleh Dokterly. Tiap pembahasan menyebut pedoman Kemenkes yang dirujuknya, lengkap dengan nomor halamannya.
Apa yang kamu latih di sini?
Setelah enam soal ini kamu bisa milih reperfusi STEMI dari waktu tempuh ke IKP, bedain IMA-NEST dari angina tidak stabil, ngenalin infark ventrikel kanan, mulai obat hipertensi derajat 2, nanganin gagal jantung akut yang kongesti, dan milih obat lini pertama angina stabil.
Keputusan klinis apa yang diuji soal-soal ini?
Tiap soal di halaman ini menguji satu keputusan klinis. Tabel ini memetakan kasusnya ke keputusan yang diminta, sesuai urutan soal.
| Kasus | Keputusan yang diuji |
|---|---|
| STEMI tanpa akses IKP primer dalam 120 menit | Strategi reperfusi |
| IMA-NEST | Diagnosis sindrom koroner akut tanpa elevasi ST |
| Infark ventrikel kanan | Tata laksana hipotensi |
| Hipertensi derajat 2 | Obat antihipertensi awal |
| Gagal jantung akut, profil basah dan hangat | Terapi farmakologis awal |
| Angina pektoris stabil | Obat antiangina lini pertama |
Soal 1 dari 6
Kapan STEMI dikasih fibrinolitik, bukan dirujuk untuk IKP primer?
Laki-laki 56 tahun datang ke IGD RSUD kabupaten dengan nyeri dada kiri seperti ditindih sejak 3 jam, menjalar ke rahang, disertai keringat dingin. TD 138/86 mmHg, nadi 92 kali per menit, SpO2 96%. EKG menunjukkan elevasi segmen ST 3 mm di V1–V4. RSUD belum punya fasilitas IKP, dan rumah sakit dengan IKP terdekat berjarak 4 jam perjalanan darat. Tidak ada riwayat stroke, perdarahan, atau operasi baru. Aspirin dan klopidogrel sudah diberikan.
Apakah tatalaksana berikutnya yang paling tepat?
- ARujuk segera ke rumah sakit dengan fasilitas IKP untuk IKP primer
- BPeriksa troponin serial, lakukan reperfusi bila hasilnya meningkat
- CFibrinolitik segera, lalu transfer ke rumah sakit dengan fasilitas IKP
- DHeparin dan observasi di ICU selama 24 jam
- ENitrogliserin intravena, lalu ulang EKG 6 jam lagi
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci C. Fibrinolitik segera, lalu transfer ke rumah sakit dengan fasilitas IKP
Kenapa jawabannya ini?
Onset masih di bawah 12 jam, tidak ada kontraindikasi, dan IKP primer tidak bisa dicapai dalam 120 menit. Di kondisi ini PNPK menjadikan fibrinolitik pilihan reperfusi, idealnya dimulai dalam 30 menit dari kontak medis pertama. Setelahnya pasien tetap ditransfer ke pusat IKP, untuk angiografi atau IKP rescue kalau resolusi segmen ST kurang dari 50% dalam 60–90 menit.
Kenapa bukan pilihan lain?
- ARujuk segera ke rumah sakit dengan fasilitas IKP untuk IKP primer
- IKP primer memang strategi utama, tapi batas waktu dari diagnosis IMA-EST sampai reperfusi IKP adalah 120 menit. Perjalanan 4 jam jauh melewatinya, dan selama itu miokard terus mati.
- BPeriksa troponin serial, lakukan reperfusi bila hasilnya meningkat
- IMA-EST ditegakkan dari angina akut dengan elevasi ST persisten di dua sadapan bersebelahan. Reperfusi tidak perlu menunggu hasil marka jantung.
- DHeparin dan observasi di ICU selama 24 jam
- Antikoagulan adalah ko-terapi, bukan reperfusi. Menunda reperfusi 24 jam pada STEMI dengan onset 3 jam membuang jendela waktu yang paling menentukan.
- ENitrogliserin intravena, lalu ulang EKG 6 jam lagi
- Nitrat meredakan nyeri iskemik tapi tidak membuka arteri yang tersumbat. Elevasi ST yang sudah diagnostik tidak perlu dikonfirmasi ulang sebelum reperfusi.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, KMK HK.01.07/MENKES/876/2026 (2026), hlm. 9, 28–31
Soal 2 dari 6
Troponin naik tanpa elevasi ST, itu NSTEMI atau angina tidak stabil?
Perempuan 62 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 datang dengan nyeri dada saat istirahat sejak 90 menit. TD 150/90 mmHg, nadi 88 kali per menit, paru bersih. EKG menunjukkan depresi segmen ST 1,5 mm di V4–V6, I, dan aVL, tanpa elevasi ST. hs-troponin I saat datang di atas persentil ke-99 dan naik pada pemeriksaan 1 jam berikutnya.
Apakah diagnosis yang paling tepat?
- AAngina pektoris stabil
- BAngina pektoris tidak stabil
- CInfark miokard akut dengan elevasi segmen ST
- DInfark miokard akut non-elevasi segmen ST
- EPerikarditis akut
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci D. Infark miokard akut non-elevasi segmen ST
Kenapa jawabannya ini?
Angina akut, EKG tanpa elevasi ST persisten, dan hs-troponin di atas persentil ke-99 dengan pola naik. Depresi ST ≥0,1 mV di sadapan selain V1–V3 diagnostik untuk iskemia. Menurut PNPK, kombinasi ini adalah IMA-NEST.
Kenapa bukan pilihan lain?
- AAngina pektoris stabil
- Angina stabil dicetuskan aktivitas, reda dengan istirahat, dan polanya tetap. Nyeri saat istirahat dengan troponin yang naik sudah masuk sindrom koroner akut.
- BAngina pektoris tidak stabil
- APTS dan IMA-NEST sama-sama tanpa elevasi ST persisten, dan pembedanya biomarka. Pada APTS troponin tidak meningkat bermakna, sedangkan di kasus ini troponin di atas persentil ke-99 dan naik.
- CInfark miokard akut dengan elevasi segmen ST
- IMA-EST butuh elevasi ST persisten di dua sadapan bersebelahan. EKG pasien ini menunjukkan depresi ST.
- EPerikarditis akut
- Nyeri perikarditis khasnya tajam dan berubah dengan posisi dan napas. Nyeri saat istirahat dengan depresi ST di sadapan lateral dan troponin yang naik lebih cocok dengan iskemia.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, KMK HK.01.07/MENKES/876/2026 (2026), hlm. 8–9, 13
Soal 3 dari 6
Infark ventrikel kanan dengan hipotensi, kasih cairan atau nitrat?
Laki-laki 60 tahun datang dengan nyeri dada sejak 2 jam. TD 84/56 mmHg, nadi 58 kali per menit, vena jugularis distensi, dan paru bersih pada auskultasi. EKG menunjukkan elevasi segmen ST di II, III, dan aVF, serta elevasi ST di V4R. Aspirin sudah dikunyah dan persiapan reperfusi sedang berjalan.
Apakah tatalaksana yang paling tepat untuk hipotensinya?
- ANitrogliserin sublingual
- BFurosemid 40 mg intravena
- CCairan kristaloid intravena, NaCl 0,9%
- DKaptopril 12,5 mg oral
- EMetoprolol intravena
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci C. Cairan kristaloid intravena, NaCl 0,9%
Kenapa jawabannya ini?
Hipotensi, paru bersih, dan JVP meningkat pada STEMI inferior dengan elevasi ST di V4R adalah infark ventrikel kanan. Ventrikel kanan yang infark bergantung pada preload, jadi terapinya mempertahankan tekanan pengisian ventrikel kanan, sementara diuretik dan vasodilator dihindari.
Kenapa bukan pilihan lain?
- ANitrogliserin sublingual
- Nitrat dikontraindikasikan pada infark ventrikel kanan dan pada hipotensi. Venodilatasi menurunkan preload yang justru sedang dibutuhkan ventrikel kanan.
- BFurosemid 40 mg intravena
- Vena jugularis yang distensi di sini bukan tanda kelebihan cairan. Diuretik menurunkan tekanan pengisian ventrikel kanan dan memperburuk hipotensi.
- DKaptopril 12,5 mg oral
- Penghambat ACE bekerja sebagai vasodilator dan menurunkan tekanan darah. Pada pasien yang sudah hipotensi, obat ini memperburuk perfusi.
- EMetoprolol intravena
- Penyekat beta intravena hanya dipertimbangkan bila tekanan sistolik di atas 120 mmHg dan tanpa tanda gagal jantung akut. Pasien ini hipotensi dan bradikardia.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, KMK HK.01.07/MENKES/876/2026 (2026), hlm. 25–27, 47–48
Soal 4 dari 6
Hipertensi derajat 2 baru terdiagnosis, obat apa yang dimulai?
Laki-laki 48 tahun datang untuk kontrol. Pada tiga kunjungan dalam sebulan terakhir tekanan darahnya 164/102, 168/100, dan 162/104 mmHg. Tidak ada keluhan. Tidak ada diabetes, penyakit ginjal, atau riwayat penyakit jantung. Kreatinin, urinalisis, dan EKG normal.
Apakah tatalaksana awal yang paling tepat, selain modifikasi gaya hidup?
- ATunda obat, evaluasi lagi setelah 3 bulan modifikasi gaya hidup
- BMonoterapi bisoprolol
- CKombinasi amlodipin dan losartan, bila bisa dalam satu pil
- DKombinasi kaptopril dan losartan
- EFurosemid 40 mg sekali sehari
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci C. Kombinasi amlodipin dan losartan, bila bisa dalam satu pil
Kenapa jawabannya ini?
TD 160–179/100–109 mmHg adalah hipertensi derajat 2, jadi obat dimulai saat itu juga. PNPK merekomendasikan terapi awal kombinasi dua obat, yaitu penghambat RAS (ACEi atau ARB) dengan CCB atau diuretik, bila memungkinkan dalam satu pil kombinasi.
Kenapa bukan pilihan lain?
- ATunda obat, evaluasi lagi setelah 3 bulan modifikasi gaya hidup
- Menunda obat hanya dipertimbangkan pada sebagian pasien hipertensi derajat 1. Pada derajat 2 dan 3, obat dimulai bersamaan dengan perubahan gaya hidup.
- BMonoterapi bisoprolol
- Penyekat beta dikombinasikan bila ada indikasi klinis, misalnya pasca infark miokard, gagal jantung, atau kontrol laju jantung. Pasien ini tidak punya indikasi itu, dan monoterapi bukan terapi awal untuk sebagian besar pasien.
- DKombinasi kaptopril dan losartan
- ACEi dan ARB sama-sama menghambat sistem renin-angiotensin. Menggabungkan keduanya tidak direkomendasikan (kelas III) karena efek sampingnya terbukti bertambah.
- EFurosemid 40 mg sekali sehari
- Diuretik untuk hipertensi adalah tiazid atau sejenis tiazid. Diuretik loop menggantikannya bila eLFG di bawah 30 mL/menit/1,73 m², padahal fungsi ginjal pasien ini normal.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa, KMK HK.01.07/MENKES/4634/2021 (2021), hlm. 10, 32, 39–42, 61
Soal 5 dari 6
Gagal jantung akut yang basah dan hangat, apa terapi pertamanya?
Perempuan 66 tahun datang dengan sesak napas yang memberat sejak 2 hari, harus tidur dengan tiga bantal, dan kedua tungkai bengkak. Ia belum pernah didiagnosis gagal jantung dan tidak minum obat rutin. TD 150/92 mmHg, nadi 104 kali per menit, laju napas 26 kali per menit, SpO2 92%. Akral hangat, vena jugularis meningkat, ronki basah di kedua basal paru, dan edema pitting di tungkai.
Apakah terapi farmakologis awal yang paling tepat?
- ADobutamin infus kontinu
- BNaCl 0,9% 500 mL bolus
- CFurosemid 40 mg intravena
- DFurosemid 40 mg oral, kontrol ke poliklinik 1 minggu lagi
- ENorepinefrin infus
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci C. Furosemid 40 mg intravena
Kenapa jawabannya ini?
Kongesti (ronki, JVP naik, edema) dengan akral hangat adalah profil basah dan hangat, yang paling sering pada gagal jantung akut. PNPK merekomendasikan diuretik loop intravena untuk semua pasien gagal jantung akut dengan tanda kelebihan cairan, dan pada awitan baru tanpa diuretik rumatan dosis awalnya furosemid 20–40 mg IV.
Kenapa bukan pilihan lain?
- ADobutamin infus kontinu
- Inotropik diberikan pada profil basah dan dingin, yaitu kongesti dengan hipoperfusi. Akral pasien ini hangat dan tekanan darahnya tinggi, jadi perfusinya baik.
- BNaCl 0,9% 500 mL bolus
- Pasien ini kelebihan cairan. Cairan tambahan memperberat kongesti paru dan edemanya.
- DFurosemid 40 mg oral, kontrol ke poliklinik 1 minggu lagi
- Di fase akut obat diberikan intravena supaya awitannya cepat, sambil memantau gejala, produksi urin, fungsi ginjal, dan elektrolit. Pasien sesak dengan SpO2 92% tidak dipulangkan.
- ENorepinefrin infus
- Vasopresor dipakai pada syok kardiogenik yang refrakter, dikombinasikan dengan inotropik. Pasien ini hipertensi, bukan syok.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Gagal Jantung, KMK HK.01.07/MENKES/4801/2021 (2021), hlm. 78, 88–91
Soal 6 dari 6
Angina stabil, obat apa yang jadi lini pertama?
Laki-laki 57 tahun mengeluh dada terasa berat saat naik tangga ke lantai dua sejak 4 bulan terakhir. Keluhan hilang 3–5 menit setelah istirahat dan polanya tidak berubah. TD 136/84 mmHg, nadi 86 kali per menit. EKG istirahat normal, dan uji latih jantung positif iskemia. Nitrat sublingual untuk serangan, aspirin, dan statin sudah direncanakan.
Apakah obat antiangina lini pertama yang paling tepat ditambahkan?
- AIsosorbid dinitrat oral tiga kali sehari
- BBisoprolol
- CTrimetazidin
- DKombinasi bisoprolol dan amlodipin sejak awal
- EAspirin dan klopidogrel jangka panjang
Lihat kunci dan pembahasan
Kunci B. Bisoprolol
Kenapa jawabannya ini?
PNPK merekomendasikan penyekat beta dan/atau CCB sebagai lini pertama untuk mengendalikan laju jantung dan gejala (kelas I, level A). Dengan nadi 86 kali per menit dan tekanan darah cukup, penyekat beta pilihan yang tepat.
Kenapa bukan pilihan lain?
- AIsosorbid dinitrat oral tiga kali sehari
- Nitrat kerja panjang adalah lini kedua, dipakai bila penyekat beta atau CCB dikontraindikasikan, tidak ditoleransi, atau tidak cukup. Tanpa interval bebas nitrat, pemakaian rutin juga menimbulkan toleransi.
- CTrimetazidin
- Trimetazidin, ranolazin, nikorandil, dan ivabradin adalah lini kedua. Sebagai lini pertama hanya dipertimbangkan pada laju jantung dan tekanan darah yang rendah, dan pasien ini tidak begitu.
- DKombinasi bisoprolol dan amlodipin sejak awal
- Kombinasi penyekat beta dan CCB dipertimbangkan bila gejala tidak terkontrol dengan salah satunya. Sebagai terapi awal, rekomendasinya lemah (kelas IIb).
- EAspirin dan klopidogrel jangka panjang
- Antiplatelet mencegah trombosis, bukan mengendalikan angina. Antiplatelet ganda adalah standar setelah sindrom koroner akut atau IKP, sedangkan pada angina stabil pilihannya aspirin dosis rendah.
Rujukan
- PNPK Tata Laksana Angina Pektoris Stabil, KMK HK.01.07/MENKES/1419/2023 (2023), hlm. 48–50, 57–58
Apa petunjuk kunci tiap kasus, dan apa jawabannya?
Satu baris per soal: diagnosisnya, petunjuk di kasus yang menentukan jawaban, jawaban kuncinya, dan halaman pedoman yang dirujuk.
| Diagnosis | Petunjuk kunci | Jawaban | Rujukan |
|---|---|---|---|
| STEMI tanpa akses IKP primer dalam 120 menit | Elevasi ST di V1–V4, onset 3 jam, pusat IKP terdekat 4 jam perjalanan | C. Fibrinolitik segera, lalu transfer ke rumah sakit dengan fasilitas IKP | PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, hlm. 9, 28–31 |
| IMA-NEST | Depresi ST di V4–V6, I, dan aVL, hs-troponin I di atas persentil ke-99 dan naik | D. Infark miokard akut non-elevasi segmen ST | PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, hlm. 8–9, 13 |
| Infark ventrikel kanan | Hipotensi, vena jugularis distensi, paru bersih, elevasi ST di II, III, aVF, dan V4R | C. Cairan kristaloid intravena, NaCl 0,9% | PNPK Tata Laksana Sindrom Koroner Akut, hlm. 25–27, 47–48 |
| Hipertensi derajat 2 | TD 162–168/100–104 mmHg pada tiga kunjungan, tanpa komorbid | C. Kombinasi amlodipin dan losartan, bila bisa dalam satu pil | PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa, hlm. 10, 32, 39–42, 61 |
| Gagal jantung akut, profil basah dan hangat | Ronki basah, vena jugularis meningkat, edema tungkai, akral hangat | C. Furosemid 40 mg intravena | PNPK Tata Laksana Gagal Jantung, hlm. 78, 88–91 |
| Angina pektoris stabil | Nyeri dada saat naik tangga, hilang 3–5 menit dengan istirahat, pola tetap 4 bulan | B. Bisoprolol | PNPK Tata Laksana Angina Pektoris Stabil, hlm. 48–50, 57–58 |
Mau lanjut ke soal kardiovaskular berikutnya?
Di aplikasi soalnya lebih banyak, dan latihan berikutnya mulai dari yang paling sering kamu salah. Akun gratis dapat 20 soal latihan sehari.
Lanjut latihan kardiovaskular